seorang yg amat baik ht...menolong org2 miskin,anak2 yatim....ibu tunggal...serta menghormati tetamu dan menyeru umatnya spya menyembah ALLAH SWT...
” Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”surah an nisa
Musibah yang Menimpa Nabi Ayub
Nabi Ayub as, dikenal mempunyai banyak anak, tapi kemudian Allah memberi ujian dengan memusnahkan harta kekayaannya. Selain hartanya yang Allah uji, Ia terkena bermacam-macam penyakit, sampai tidak ada anggota tubuhnya yang utuh, kecuali jantung/hati dan lidahnya yang selalu berzikir kepada Allah Azza wa Jalla .Namun demikian dia tetap bersabar dan berzikir kepada Allah malam dan siang , pagi dan petang. Penyakitnya yang diderita nabi Ayub berlangsung lama, sehingga ia dijauhi oleh teman-temannya dan diasingkan dari negerinya.
Tidak ada seorangpun yang menjenguknnya, kecuali istrinya yang menunggunya dengan setia dan penuh kasih sayang. Hal ini tidak lain kerana istrinya selalu ingat kebaikan-kebaikan yang nabi Ayub lakukan kepadanya. Istri nabi Ayub selalu bolak-balik menemui nabi Ayub, untuk membantu memenuhi segala keperluannya
Pada suatu hari, lemahlah keadaan istrinya dan berkuranglah hartanya, sehingga ia terpaksa bekerja pada orang lain dengan mendapat upah, untuk memberi makan Ayub dan menolongnya. Istrinya tetap bersabar, mereka telah kehilangan harta dan anak, di tambah lagi dengan musibah yang menimpa suaminya, sehingga ia harus bekerja dgn orang lain.
Kesabaran Luar Biasa
Semua ujian ini menjadikan nabi Ayub semakin bertambah kesabaran. Harapan, pujian dan rasa syukur Nabi Ayub kepada Allah, akhirnya dibuat perumpamaan bagi-bagi orang-orang yang sabar seperti kesabaran nabi Ayub as, dan juga dibuat perumpamaan orang yang mengalami macam-macam cubaan seperti cubaan Ayub.
Para ulama berbeza pendapat mengenai masa cubaannya, ada yang mengatakan 3 tahun dan ada yang mengatakan 7 tahun beberapa bulan, dan ada yang mengatakan 18 tahun.
Diriwayatkan kepada istrinya berkata: “Hai Ayub, seandainya engkau berdoa kepada Tuhanmu , nescaya Dia akan membebaskanmu. “Ayub menjawab: “Aku telah hidup 70 tahun dalam keadaan sihat, sedang itu sangat sedikit bagi ALLAH jika aku bersabar untuknya 70 tahun.
Diriwayatkan pula bahwa setiap ditimpa musibah ia mengucapkan: “YaALLAH, Engkau yang mengambil dan Engkau yang memberi.”
Ahli-ahli sejarah telah meriwayatkan kisah nabi Ayub yang bahannya diambil dari kitab Ayub, dan juga dari tafsir yahudi terhadap Taurat yang bernama Hajadah . Bahan tersebut tidak dipakai oleh ulama Islam yang bisa dipercaya, lantaran banyaknya campuran di dalamnya dan banyak riwayat selundupan.
Sebagian ahli tafsir telah mengkritik macam bencana yang menimpa Ayub, hingga menyebabkan ia dihindari orang, diusir dari rumahnya keluar kota di dekat tempat sampah, dan tidak ada yang berhubungan dengannya kecuali istrinya yang membawakan bekal dan makanan. Maka semua itu berasal dari Isra’iliyat yang wajib diyakini kedustaannya, karena ia bukan sandaran yang benar dan mendukung riwayat tersebut.
Disamping itu, kerana diantara syarat-syarat kenabian ialah tidak adanya penyakit-penyakit yang membuat orang lari dari nabi itu, sebab apabila nabi itu demikian, maka ia pun tidak dapat berhubungan dengan masyarakat dan tidak dapat menyampaikan syariat atau hukum-hukumnya.
Pembatalan Sumpah
Nabi Ayub bersumpah dalam sakitnya, bahwa ia akan memukul istrinya dengan 100 kali dera jika ia sembuh, kerana istrinya pergi untuk salah satu tugas dan lambat menjalankan tugas itu.
Berhubung istrinya itu baik pelayanannya terhadap Ayyub, maka ALLAH menghalalkan sumpahnya dengan sesuatu yang remeh, yaitu dengan menyuruh Ayub mengambil seikat tali jerami atau semacam itu dan memukulkannya sekali kepada istrinya, dan ini sama dengan pukulan seratus kali dera. Dengan sedemikian hingga, terlaksanalah sumpahnya, yang menjadi jalan keluar bagi siapa yang bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, terutama dalam hak istrinya yang saleh dan sabar.
Allah berfirman dalam Al-Quran surah : Shad ayat 42“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)).”

No comments:
Post a Comment